Skip to main content

Rangkaian Seri Resistor dengan Kapasitor pada Arus Listrik Bolak-Balik 1 Fasa

Gambar rangkaian seri resistor dan induktor dengan sumber arus listrik bolak-balik

Resistor yang dirangkai secara seri dengan kapasitor yang dialiri  arus bolak-balik akan menghasilkan beban impedansi (Z). Impedansi tersebut disebabkan oleh adanya komponen resistor yang menghasilkan beban berupa resistansi (R) dan kapaistor yang menghasilkan beban berupa reaktansi kapasitif  (XC). Sumber arus listrik bolak-balik atau sumber tegangan bolak-balik ketika dihubungkan secara seri dengan dengan beban resistor dan kapasitor akan mengalirkan arus listrik (I) maka pada resisitor terjadi drop tegangan VW dan drop tegangan pada kapasitor VBC.
Gambar segitiga tegangan pada rangkaian seri resistor dan kapasitor

Drop tegangan pada resistor (VW) digambarkan dengan posisi horizontal (arus se fasa dengan tegangan pada resistor). Drop tegangan pada kapasitor (VBC) digambarkan tegak lurus dengan garis VW  berbeda sudut fasa sebesar 90o. Sumber tegangan (V) merupakan hasil dari penjumlahan secara vektor tegangan VW dan VBC. Rumus tegangan pada rangkaian seri resistor dan kapasitor pada arus bolak-balik :
Keterangan :
V = Tegangan sumber (V)
VW = Tegangan drop pada resistor (V)
VBC = Tegangan drop pada kapasitor (V)

Impedansi yang dihasilkan pada rangkaian seri resistor dan kapaistor pada arus bolak-balik dapat diketahui dengan mengetahui nilai reaktansi kapasitif (XC) pada kapasitor dakam rangkaian tersebut dengan mengunakan rumus berikut :
Keterangan :
XC = Reaktansi Kapasitif (Ω)
ƒ = Frekuensi (Hz)
C = Nilai kapasitas pada kapasitor (F)
π = 22/7 atau 3,14

Apabila nilai reaktansi kapasitif (XC) telah diketahui selanjutnya dapat untuk menghitung nilai impedansi (Z) pada rangkaian seri resistor dan kapasitor dengan mengunakan rumus berikut :
Keterangan :
Z = Nilai impedansi pada rangkaian (Ω)
R = niai hambatan atau resistansi pada resistor (Ω)
XC = Nilai Reaktansi kapasitif (Ω)

Contoh soal rangkaian seri resistor dan kapasitor:
Rangkaian seri kapasitor dengan nilai kapasitas 4 μF dengan resistor yang memiliki nilai hambatan 1 KΩ dirangkai dengan sumber tegangan yang memiliki nilai frekuensi 50 Hz, Berapakah nilai impedansi pada rangkaian tersebut?
Gambar rangkaian
Diketahui : C = 4μF = 4 x10-6 F
                   R =1 KΩ = 1000 Ω
                   ƒ = 50 Hz
Ditanya    : Z = ?
Jawab       :
Langkah pertama menghitung nilai reaktansi kapasitif (XC) pada kapasitor :

Jika reaktansi kapasitif telah diketahui, selanjutnya menghitung nilai impedansi (Z) pada rangkaian seri resistor dan kapasitor :
http://news.chivindo.com/129/rangkaian-seri-resistor-dengan-kapasitor-pada-arus-listrik-bolak-balik-1-fasa.html

Comments

Popular posts from this blog

SketchUp Pro 2020 v20.1.235 Full Version

BAGAS31 – SketchUp Pro 2020 v20.1.235 Full Version  merupakan software yang dirancang untuk membantu sobat membuat dan mengedit model 3D. Dengan desain tampilan yang ‘clean’ dan simple, menjadikan software ini mudah untuk digunakan. Software ini hadir dengan editor bawaan yang memungkinkan sobat mendesain objek 3D dari awal, Layout designer untuk menggabungkan model 3D serta Style Builder untuk menyesuaikan model dengan gaya yang berbeda. Software ini juga memiliki fitur untuk mengimpor data dari format lain, seperti 3DS, DWG, KMZ, JPG, PNG, PSD, TIF, TGA dan sebagainya. Tanpa berpanjang lebar, silakan download  Sketch Up Pro  versi terbaru 2020 v20.1.235 Full Version   melalui link yang disediakan. SketchUp Pro 2020 v20.1.235 Full Version Screenshots : Download : SketchUp Pro 2020 v20.1.235 Installer | Size: 128 MB [ FileUp ] | [ up4ever ] JAMU SketchUp Pro 2020 v20.1.235 Full Version | Size: 14.5 MB [ FileUp ] | [ ...

Assembly ducting

Kode Konversi Digital

Angka dikodekan dalam bentuk lain, mewakili atau menggunakannya sesuai kebutuhan. Misalnya, Angka ‘Sembilan’ dikodekan dalam simbol Desimal (9)d, dalam Natural-Binary (1001)b. Komputer Digital berurusan bilangan biner. Metode mengkonversi kode dari satu format ke  format  lain  ➤ Biner ke BCD  (Binary Coded Decimal)  ➤ BCD ke Seven Segmen                       ➤  BCD ke Grey Code                              ➤  Grey Code ke BCD                              ➤ BCD ke  Excess-3                                ➤  Excess-3  ke BCD                ...

Skematik dan PCB Layout Rangkaian Adaptor (Power Supply) AC to DC output 5 Volt

Software Proteus 8 Professional merupakan salah satu software elektronik yang digunakan untuk membantu para designer dalam merancang dan mensimulasikan suatu rangkaian elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu paket, yaitu sebagai software untuk menggambar skematik dan digunakan sebagai merancang gambar Printed Circuit Board (PCB). Pada tulisan kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial cara membuat rangkaian Adaptor (Power Supply) AC to DC untuk keluaran tegangan 5 volt. Aplikasi yang akan digunakan disini adalah Proteus 8 Profesional. Alasan saya menggunakan aplikasi ini karena inilah salah satu aplikasi paling popular digunakan para desainer. Selain itu aplikasi ini juga mudah didapat dan kompatibel dengan banyak platform. Sedangkan alasan saya mengangkat tema ini karena ini juga salah satu tugas mata kuliah saya di semester 4, yaitu mata kuliah Elektronika Dasar. Di mata kuliah ini banyak dijelaskan bagaimana membuat rangkaian elektronika dan praktik pem...

TRAFO 1 Fasa

Definisi Transformator Transformator atau biasa dikenal dengan trafo berasal dari kata transformatie yang berarti perubahan. Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui gandeng magnit berdasarkan pada prinsip elektromagnetik. Trafo satu fasa sama seperti trafo pada umumnya hanya penggunaannya untuk kapasitas kecil Kostruksi Transformator dan Bagian-Bagiannya Konstruksi trafo secara umum terdiri dari: 1. Inti yang terbuat dari lembaran-lembaran plat besi lunak atau baja silikon yang diklem jadi satu. 2. Belitan dibuat dari tembaga yang cara membelitkan pada inti dapat konsentris maupun spiral. 3. Sistem pendingan pada trafo-trafo dengan daya yang cukup besar. Jenis trafo berdasarkan letak kumparan 1. Core type (jenis inti) yakni kumparan mengelilingi inti. 2. Shell type (jenis cangkang) yakni inti mengelilingi belitan Rangkaian Magnetisasi Transformator Pada keadaan tanpa ...